[2nd – Interview] Dancing Machines Interview!

EXO SESAME PLAYER

Storylineart By JongDay

Episode 2 – EXO Sesame Player Aromatic Interview! “Dancing Machines EXO”

Don’t get all wrong. This is just FOR FUN. Disclaimer based on MBLAQ & Infinite Sesame Player. EXO belongs to SM and God. The plot is all mine. Don’t be a silent viewer & reader. Leave a comment. And don’t be a plagiator. GOD WATCHES US.

 

>Interviewer          : Lu Han (all Luhan POV)

>Guests                : Zhang Yixing (Lay), Kim Minseok (Xiumin), Kim Jongin (Kai), dan Oh Sehun

 

EXO Dorm, April 2013 [02.25 pm]

“Annyeong haseyo! Luhan imnida. Haha, senang sekali aku mendapatkan kesempatan untuk menginterview dancing machines EXO, lead dancers Xiumin dan Sehun serta main dancers Lay dan Kai! *jengjet* Oke, tema yang aku angkat kali ini judulnya “masa training menari di SM”! Wah, aku sendiri mengalaminya. Sangat berat! Tapi jujur itu begitu bermanfaat untukku. Hehe. Hmm, sebenarnya aku juga termasuk dancing machine. Tapi sutradara meminta agar aku dijadikan interviewer. Yasudah tidak apa-apa. Sekarang kita mulai wawancaranya! Bagaimana kesan dan pesan member lainnya? Entahlah. Kita tunggu bintang tamu pertama, arra?”

GUEST #1 – Kim Jong In (KAI)

Kai membuka pintu kamar mandi dengan susah payah setelah sebelumnya—kupikir—berinisiatif untuk mendobraknya. Apa pintu itu tadinya dikunci? Entahlah. Yang jelas Kai sudah berhasil masuk ke dalam. Kita mulai interview nyaa.

Luhan        : “Annyeong!”

Kai tersentak kaget dan berbalik ke belakang, menatap kamera yang sudah terhubung dengan layar monitor di hadapanku dengan tatapan bingung.

Kai            : “Ya! Jadi kau interviewernya, Hyung?”

Aku mengangguk antusias. Dia langsung duduk di atas toilet yang sudah ditutup sebelumnya dan menatapku—kamera tepatnya—dengan menyelidik.

Luhan        : “Langsung saja. Katakan padaku, nama, posisi, dan julukanmu.”

Kai                        : “Kau bahkan sudah tahu nama, posisi, dan julukanku, Hyung!”

Dia berani memprotes?!

Luhan        : “Aiish, supaya penonton tahu, babo!”

Kai                        : “Err… Annyeong! Kim Jongin atau Kai imnida. Dancing machine Kkamjong!”

Luhan        : “Berapa tahun kau mengikuti training di SM?”

Kai terlihat memutar matanya, berpikir sebentar.

Kai                        : “Molla. Aku tidak ingat. 2007, kurasa, yang artinya lima tahun!”

Aku membulatkan mulutku.

Luhan        : “Wuoo, sudah lama ya! Apa ada kesulitan dalam waktu lima tahun dilatih itu?”

Kai                        : “Tentu saja! Lima tahun bukan waktu yang sebentar, Hyung!”

Aku tertawa.

Luhan        : “Mm, apa saja hal yang menarik selama pelatihan? Khususnya kelas menari?”

Kai terlihat berpikir sebentar, mencari-cari jawaban.

Kai                        : “Gurunya galak. Jam latihannya menguras tenaga. Aku sampai lupa mengerjakan PR waktu itu karena sibuk latihan, untung saja Sehun dengan baik meminjamkanku catatannya. Hahaha.”

Aku mengernyit sewot. Dia menghina pelatihan SM!? Dia memperalat Sehun? Andwae!

Luhan        : “Ya! Tolong taruh dua bom kentut ke dalam!”

Kai langsung melotot ketika pintu kamar mandi terbuka dan dua buah besi kotak dimasukkan ke dalam ruangan. Kkk~ namanya bom kentut! Bentuknya seperti jebakan tikus yang akan meledak dan mengeluarkan asap mematikan dan bau yang menyengat seperti kentut orang. Kai pasti tidak akan bertahan hidup di dalam sana. Kkk~

Kai                        : “Yaa! Kenapa kau jahat, Hyung! Kenapa aku diberi dua bom kentut? Andwaeee! Tolong a—HUA!”

Aku terkikik melihat Kai menendang-nendang bom kentut yang tiba-tiba meledak di kakinya itu dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Aaah~ dia pasti tersiksa di sana.

Luhan        : “Mianhae, Jongin-ah. Aku tidak setuju denganmu yang mengatakan gurunya galak dan jam latihan menguras tenaga.”

Kai                        : “Itu karena kau bukan icon dan main dancer EXO ketika baru debut, Hyung! Aku kan waktu itu juga masih sekolah, aigoo!”

Aku terbahak hingga beberapa saat kulihat Kai telah mengontrol dirinya menghadapi bom kentut itu.

Luhan        : “Nah! Apa keuntunganmu menjadi trainee di SM! Jawab dengan jujur, 3, 2, 1.”

Kai                        : “Makanannya gratis!”

Dia nyengir kuda. Aku memutar bola mata malas.

Luhan        : “Kau sama saja dengan Sehun. Apa lagi?”

Kai                        : “Orangnya ramah-ramah dan sunbaedeul di sana lebih sabar mengajariku daripada gurunya sendiri. Umm, tambahan. Kita tidak perlu membayar setelah dikontrak SM menjadi trainee di setiap latihannya!”

Luhan        : “Apa ada kesulitan dalam membagi jam trainee dengan sekolah?”

Kai                        : “Umm. Tidak juga. Jam sekolah pada pagi hari hingga jam dua. Dari sekolah aku buru-buru berangkat ke tempat trainee dan latihan hingga pukul tujuh. Malamnya aku mengerjakan PR. Untungnya trainee tidak setiap hari. Tapi setelah aku lulus, jadwal latihan diperbanyak bahkan hingga aku lembur.”

Aku manggut-manggut mengerti apa yang diceritakan Kai.

Luhan        : “Selanjutnya, apa kau puas dengan posisi dan image-mu saat ini?”

Kai bergeming. Ia menatap kamera sesaat kemudian jarinya memelintir ujung kausnya ragu.

Kai                        : “Dalam hal posisi, aku puas. Menjadi penari adalah cita-cita terbesarku dan aku berhasil sekarang. Tapi dalam hal image… jika boleh jujur aku tidak cocok. Aku pada dasarnya orang yang tidak bertele-tele, tidak suka bicara dan berinteraksi. Setelah debut, aku disuruh agensi agar image ku lebih menonjol sebagai icon EXO dan banyak memperlihatkan sisi keseksianku pada fans. Aku rasa aku risih dengan itu semua, bahkan hingga ada yang menyebutku, maaf, slut.”

Oh. Ternyata batin Kai mengatakan demikian. Aku juga setuju dengannya sebab ia sudah berkali-kali bercerita padaku soal dirinya yang tidak terbiasa dipanggil ‘Kai’ apalagi harus memamerkan tubuhnya di depan fans. Ia seperti digunakan untuk keseksiannya semata.

Aku berdeham untuk mencairkan suasana.

Luhan        : “Tidak apa-apa Jongin-ah. Kau sudah melakukan yang terbaik. Umm, pertanyaan terakhir, coba urutkan siapa yang paling pandai menari dari keempat dancer EXO!”

Kai tersenyum kembali sambil berpikir sebentar.

Kai                        : “Umm, yang pertama adalah aku.”

Luhan: “Ya! Percaya diri sekali kau!”

Kai                        : “Memang benar, kan? Hehehe. Lalu yang kedua Yixing-hyung.”

Luhan: “Kenapa?”

Kai                        : “Aku salut padanya! Suaranya sudah bagus, kupikir dia akan diposisikan menjadi penyanyi. Tapi dance nya tidak kalah jago denganku. Hehe. Lalu yang ketiga Sehun, dan keempat Minseok-hyung.”

Luhan        : “Aku juga berpikir Xiumin pandai bernyanyi.”

Kai mengangguk.

Kai                        : “Bukankah awalnya dia masuk SM karena kontes menyanyi? Saat menari dia terlihat lucu, seperti bakpao menari. Hehehe.”

Luhan        : “Benar, ya? Aku akan mengadu padanya!”

Kai                        : “Coba saja. Itu kan pujian, Hyung.”

Kai nyengir kuda sementara aku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Luhan        : “Arraseo! Terima kasih Jongin-ah, kau boleh keluar sekarang. Waktunya tamu berikutnyaa~”

Kai                        : “Annyeong, Hyuung~”

GUEST #2 – Kim Minseok (XIUMIN)

Xiumin membuka pintu kamar mandi dengan tutup kepala handuk di kepalanya seperti di recording Go All Out beberapa waktu yang lalu. Ia mengamati ruang sekitar bingung dengan wajah lucunya. Seperti tidak tahu akan terjadi interview di sini. Ahahaha. Dia seperti ronti bundar yang imut!

Luhan        : “Annyeong, Hyung!”

Xiumin       : “HUA!”

Buset. Dia meloncat ke belakang begitu mendengar suaraku berteriak dari speaker di dalam. Ia berputar-putar beberapa saat, mencari asal suaraku dan juga kamera yang sebelumnya disamarkan di sana.

Xiumin       : “Ya, neo eoddiga?”

Tanyanya masih dengan nada tinggi. Aku terkikik di tempat. Kurasa kru EXO Sesame Player sudah menempatkan kamera sebaik mungkin hingga bisa nyaman dilihat. Xiumin saja yang… ehm, begitu. Kkk~

Luhan        : “Di sini, Hyung! Kamera! Kamera!”

Tak lama, Xiumin menatap kamera dengan mata membulat. Ia lantas mendekatkan wajahnya dengan kamera hingga lima senti. Huah! Monster Bakpao!

Luhan        : “Err, Hyung! Silakan duduk dan mari kita mulai interview nyaa.”

Xiumin       : “Oh! Ada interview toh. Di kamar mandi? ._.”

Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal. Astaga, Baozi ini

Luhan        : “Oke oke. Mari kita mulai dengan nama, posisi, dan julukanmu, Hyung!”

Xiumin tersenyum penuh antusias sambil melambai-lambai di depan kamera.

Xiumin       : “Annyeong! Dajia hao, wo shie EXO M de changyuan, Xiumin aka Baozi!”

Aku menundukkan kepala frustasi.

Luhan        : “Ini bukan di China, Hyuuung!”

Dia mengerjap bingung. Tuhan, berikan aku kesabaran. Bagaimana dia bisa lupa bahasa ibunya sendiri?

Xiumin       : “Oh? Mian. Hehe. Annyeong! EXO eMe Xiumin aka Baozi imnida~”

Luhan        : “Berapa tahun kau mengikuti training di SM?”

Xiumin       : “Empat tahun!”

Woh. Anak pintar. Cepat sekali menjawabnya. Mana dengan cengiran tanpa dosa begitu lagi.

Luhan        : “Apa ada kesulitan selama training empat tahun itu?”

Xiumin       : “Banyaak! Aku dilatih keras-keras menari! Padahal aku suka menyanyi. Label juga menyuruhku diet. Sesuatu yang paling tidak bisa kulakukaan!”

Rengekannya mengingatkanku akan Sehun yang meminta dibelikan bubble tea. Dasar. Sudah kuduga jawabannya begitu.

Luhan        : “Tapi Hyung sudah lebih kurusan sekarang!”

Xiumin merengut.

Xiumin       : “Menurutmu aku lebih gendut sebelum debut?”

Luhan        : “Aniyo! Aniyo! Maksudku, sekarang Hyung lebih… err, imut! Ne!”

Xiumin memandangiku ragu beberapa saat. Sementara aku hanya nyengir kuda tanpa dosa.

Luhan        : “Okeh! Apa saja hal yang menarik selama pelatihan? Khususnya kelas menari?”

Xiumin       : “Kelasnya banyak! Ada kelas popping, rocking, ballet, hip-hop dance, dan masing-masing gurunya berbeda. Untung saja jadwal traineeku tidak mengharuskanku ikut semuanya. Hehehe.”

Aku manggut-manggut setuju. Memang benar. Kelas menari di SM terbagi lagi menjadi beberapa kelas dan itu membuatku pusing.

Luhan        : “Apa keuntunganmu menjadi trainee di SM!”

Xiumin       : “Banyak makanaaan!”

Aah. Harusnya aku sudah bisa menduganya.

Luhan        : “Tolong masukkan empat bom kentut ke dalam!”

Xiumin langsung terlonjak ketika pintu terbuka dan kru EXO Sesame Players membuang empat bom kentut ke dalam. Bom-bom tersebut meledak dengan antusias dan mengeluarkan asap busuk yang seketika membuat Xiumin berteriak-teriak di dalamnya. Hahaha! Rasakan! Makanan terus pikirannya!

Xiumin       : “Wuaa! Wuaa! Mwoyeyo!? Apa itu—ugh, bau sekaliii! Ya! Luhannie!! Aku salah apa!?”

Aku terbahak-bahak hingga tak dapat menahan air mataku keluar ketika Xiumin berteriak demikian. Rupanya ia belum tahu bom kentut, ya? Kasihan. Kekekeke~

Luhan        : “Yaa! Jangan makanan terus dipikirkan, Hyung. Kasihan Yixing harus membeli pasokan makanan lebih hanya untukmu! Rasakan bom kentut itu!”

Xiumin       : “Bohong! Aku tidak seperti ituu!”

Dia terus mengelak asap-asap busuk yang dikeluarkan bom tersebut. Aku sudah tak bisa menahan tawa lagi!

Eerr. Oke, tahan Luhan.

Luhan        : “Oke, Hyung. Pertanyaan selanjutnya! Apa kau puas dengan posisi dan image-mu saat ini?”

Xiumin masih kelimpungan menahan napasnya di area mematikan berbau kentut itu di dalam sana,

Xiumin       : “Hah? Eh? Uuh, ya! Umm, sebenarnya… aku cukup puas dengan posisiku sebagai lead dancer. Tapi, aku agak kecewa. Dulu aku berhasil masuk SM Broadcast System karena kontes menyanyi, dan aku berharap SMP atau YYJ memperbanyak porsi menyanyiku. Bukan aku iri dengan Jongdae atau kau, tapi kurasa, aku ingin lebih banyak menyanyi.”

Aku mengangguk paham. Aku jadi ingat ketika Xiumin bernyanyi di Yinyuentai Interview. Suaranya bagus. Bukan hanya di situ aku mendengarnya bernyanyi, di lagu Into Your World juga demikian, memang tak bisa kupungkiri, suaranya begitu jernih dan bulat, jangkauan oktafnya juga luas.

Xiumin       : “Untuk image… aku suka ketika orang mengatakan aku lucu dan imut seperti baozi. Tapi jangan salah, aku ini member paling dewasa di EXO! Dan, oh ya, aku suka dengan panggilan baozi. Tapi jangan panggil aku ‘little fatty’! Aku tidak gemuk!”

Aku tertawa mendengarnya. Dua panggilan itu kan dariku semua! Lihat, Xiumin bahkan menggembungkan pipinya kesal. Bagaimana ia tidak terlihat lucu?

Luhan        : “Wae, Hyung? Kurasa Little Fatty itu lucu! Pantas untukmu!”

Xiumin       : “Kau meremehkanku! Lihat saja nanti, aku akan memberi bom kentut untukmu!”

Luhan        `: “Coba saja! Week!”

Aku menjulurkan lidahku usil sementara dia mengerucutkan bibirnya.

Luhan        : “Pertanyaan terakhir! Coba urutkan siapa yang paling pandai menari dari keempat dancer EXO!”

Xiumin       : “Pertama, Yixing!”

Luhan        : “Whoa, Kai bilang dirinya sendiri di urutan pertama. Kenapa kau memilih Yixing?”

Xiumin memutar bola matanya sesaat.

Xiumin       : “Hmm, karena dia multitalenta! Mengerti? Dia jago menari, bernyanyi, bermain piano dan gitar, dia juga bisa beat box dan rap, benar, kan?”

Oh iya, ya. Cita-citanya dulu adalah sebagai penyanyi. Dia yang paling rajin berlatih menari. Saat di Extraordinary Class dia juga beat box mengiringi Kris dan Lay bernyanyi. Dalam lagu Two Moons dia turut menyumbangkan suaranya. Di Yinyuentai juga dia bermain gitar sambil bernyanyi dengan suara merdunya. Multitalenta~

Luhan        : “Lalu lalu? Siapa berikutnya?”

Xiumin       : “Hmm. Mungkin Sehun.”

Aku membulatkan mata.

Luhan        : “Whoa, kenapa Sehun? Kupikir kau akan menyebut Kai.”

Xiumin       : “Kai bagus. Dia pandai improve tapi aku sering melihat kesalahan tariannya di Music Video MAMA. Kupikir Sehun lebih rileks dan santai dalam menari.”

Luhan        : “Tapi Sehun tak pernah bisa mengontrol ekspresinya.”

Aku memutar mata malas. Seperti kata pelatih menari di kelasnya waktu itu, Sehun paling sulit mengontrol mimik wajahnya.

Xiumin       : “Yang ketiga baru Kai dan keempat aku.”

Luhan        : “Kai juga barusan bilang kau di urutan terakhir. Kenapa?”

Xiumin terdiam sesaat ragu.

Xiumin       : “Entahlah. Waktu aku mendapat kesempatan menari bersama Hyukjae-sunbaenim dan Yixing, Hyukjae-sunbaenim bilang aku terlalu hiperaktif dalam menari dan mengheboh-hebohkan gerakan.”

Aku tertawa keras mendengar Xiumin dengan polosnya berkata demikian. Aah. Bagi EXOtic yang sudah melihat Music Video History ketika reffrain kedua, Xiumin agak—bukan agak lagi, tapi memang—hiperaktif ketika menari bagian Sehun di depan jika dibandingkan di EXO-K. Dia seperti bayi baru lahir yang hiperaktif dan menari di atas panggung!

Luhan        : “Geurae! Geurae! Aku setuju! Kau kelewat imut untuk menjadi dancer, Hyung.”

Xiumin menggembungkan pipinya memasang aegyo yang sontak menggelakkan tawaku.

Xiumin       : “Xie xie~”

Luhan        : “Aish, sudahlah! Pertanyaan sudah habis, Hyung. Ada pesan dan kesan untukku? Atau untuk penggemar setia EXO Sesame Player?”

Xiumin memajukan tubuhnya dan menunjuk-nunjuk kamera.

Xiumin       : “Ya! Siapapun di luar sana! Jangan lupa stay tuned di EXO Sesame Players, oke? Jangan lewatkan bakpao menari ala EXO, Xiumin ini! Hahaha!”

Luhan        : “Yaa! Sudah keluar sana! Hyung narsis sekali sih!”

Xiumin bangkit dari duduknya di atas kap toilet sambil tertawa dan memutar gagang pintu kamar mandi.

Xiumin       : “Hahaha~ annyeong!”

GUEST #3 – Zhang Yixing (LAY)

Wah tamu ketiga kali ini adalah Lay! Atau aku terbiasa memanggilnya Yixing, sih. Dia terlihat masuk dengan memakai kaus kutang putihnya yang menampilkan lengan dan lehernya itu! Wah, fans Lay, silakan tahan napas, oke?

Lay terlihat sedang mencuci tangannya sembari bercermin di cermin wastafel, meneliti giginya yang ia cengirkan itu dengan percaya diri.

Aku memutuskan untuk mengagetkannya, seperti biasa.

Luhan        : “Ni hao, Zhang Yixiiing~!!”

Lay bergeming. Ia bahkan masih sibuk dengan giginya dan tak mengacuhkan seruanku barusan! Ish! Tak lama ia berbalik dan menatap kamera yang dipasang di pojok kanan kiri atas kamar mandi dengan gaya tengilnya. Ooh!

Lay            : “Ya! Neo aniya?”

Aku terkekeh. Dia bisa langsung beradaptasi rupanya. Jarang-jarang seorang Zhang Yixing pintar begini.

Luhan        : “Kalau sudah tahu, baiklah kita mulai interview-nya. Aku Lu Han, dan aku menyediakan beberapa pertanyaan untukmu. Kita mulai dari—”

Lay            : “Tungguu!”

Lay tiba-tiba saja berseru membuatku menghentikan sejenak kalimatku.

Lay            : “Ini bukan di Beijing dan berbahasa China, Gege. Bicaralah pelan-pelan, bahasa Korea-mu amburadul.”

Ia bersungut kesal membuatku berjengit sewot.

Luhan        : “Aiiish. Arraseo. Aku, Lu Han, adalah interviewernya. Kau, silakan mulai dengan menyebutkan nama, posisi dan julukanmu.”

Lay            : “Annyeong haseyo, EXO-eMe Lay imnida. Bisa panggil aku XingXing, fans memanggilku Unicorn dan Kripik Kentang Lay’s! Dulu aku artis cilik di Changsa dan nama fansku TangTang! Aku ju—”

Luhan        : “Ya! Keumanhae! Kau mau perkenalan sampai hari kiamat, hah?”

Daan, pria itu nyengir kuda.

Luhan        : “Arra! Kau pasti sudah tahu kenapa kau di sini. Junbihaseyo. Aku akan memulainya dengan pertanyaan pertama. Berapa tahun kau ditraining SM?”

Lay terdiam sejenak sambil menatap sekelilingnya, seperti sedang mencoba mengingat sesuatu. Oh jangan bilang dia lupa, lagi.

Lay            : “Tiga tahun… atau empat ya? Hmm, empat, kurasa. Eh, berapa sih? Aku lupa. Tahun 2008 itu berapa tahun, Ge?”

Aku hampir saja menelan mikrofon di tanganku bulat-bulat. Dasar keripik kentang ini.

Luhan        : “Emmpaaaaaatt!!!”

Baiklah, Luhan. Kau sudah tahu Lay itu pelupa kuadrat. Amnesia akut. Jangan terpancing emosi dulu sebelum mengakhiri interview ini. Begitu interview ini selesai kau boleh menendang bokong Lay ataupun menjedotkannya ke dinding agar dia tidak pelupa lagi.

Si Lays itu terkikik mendengar seruanku. Sialan.

Lay            : “Empat tahun, ya? Oh, iya empat tahun! Hehehe.”

Anak inniiiih.

Luhan        : “Tolong masukkan sepuluh bom kentut ke dalam.”

Lay            : “AAAPAH!?”

Lay menjerit kalap ketika pintu terbuka dan bom-bom kentut saling berdatangan tanpa henti! Bom tersebut seperti dengan antusias menyebarkan baunya, terbukti ketika bom tersebut dengan cepat meledak setelah ditaruh ke dalam. Lay menendang-nendang bom kecil tersebut sambil memejamkan mata dan menutup hidungnya jijik. Sementara aku? Tertawa puas hingga terpingkal-pingkal melihatnya dalam keadaan menderita begitu! Jarang-jarang aku menyiksanya di depan publik, kan?

Luhan        : “…enam… tujuh…”

Aku menghitung banyaknya bom yang telah dimasukkan ke dalam kamar mandi.

Lay            : “Ya! Gege! Kau mau membunuhku, hah?! Hentika—GYAA! BAU!”

Luhan        : “…sepuluh! Cukup! Hahahaha!!”

Aku berusaha menahan tawa melihat Lay yang belum apa-apa sudah terbujur lemas duduk di atas toilet seperti itu. Apa aku terlalu kejam? Tidak juga. Hahaha.

Luhan        : “Oke, oke, Yixing, pertanyaan pertama.”

Lay            : “Plis deh, Gege! Tunggu sebentar! Aku sedang menikmati lemasnya mencium aroma kentut!”

Aku buru-buru menahan tawa yang hampir meledak kalau saja aku ingat durasi interview ini.

Luhan        : “Ppali! Atau kau mau ditambah lagi bom kentutnya?”

Lay            : “Shireooo!!!”

Aiish, aku ingin tertawaaa!!

Luhan        : “Mm, oke, oke, baiklah, selanjutnya, apa ada kesulitan selama training empat tahun itu?”

Lay terbatuk-batuk sebentar sambil mengatur napasnya yang—mungkin—sempat tertahan akibat menahan aroma kentut tadi.

Lay            : “Mwo? Tentu saja ada! Tapi, aku kan pekerja keras, jadi kerasnya latihan bukan masalah untukku.”

Luhan        : “Lalu kesulitan apa?”

Lay            : “Bahasa, komunikasi. Aku masih baru di SM empat tahun lalu dan aku belum fasih berbahasa Korea.”

Aku manggut-manggut. Tapi sekarang kemajaun berbahasa Korea-nya sudah lumayan, kok.

Luhan        : “Apa saja hal yang menarik selama pelatihan? Khususnya kelas menari?”

Lay            : “Pelatihnya baik padaku!”

Wuoh. Jawabnya lancar sekali!

Luhan        : “Wae? Kai bilang pelatihnya galak!”

Lay mengangguk-angguk, sedetik kemudian ia menjawab lagi.

Lay            : “Mungkin karena aku memiliki penyakit kelainan darah. Dia dan pelatih lain begitu menjagaku jadi aku tak merasa tertekan.”

Aku membulatkan mulutku. Pantas saja tadi saat kutanya kesulitan training tadi dia tak menjawab mengenai penyakit Hemofilia-nya yang kurasa, agak menyusahkannya. Lay memang terlihat kuat dari luar, tapi sungguh, di dalamnya dia begitu sensitif dan harus dijaga ketat keselamatannya. Hemofilia bukan penyakit rendahan seperti flu, lho.

Luhan        : “Bukankah saat itu kau dibawa ke rumah sakit sewaktu cedera latihan?”

Lay            : “Cedera luar, Gege. Syukurlah aku tidak perlu operasi segala macamnya. Hehe.”

Dasar anak ini. Selalu saja bertingkah konyol. Membuatku sempat khawatir saja.

Luhan        : “Oke, selanjutnya! Apa keuntunganmu menjadi trainee di SM?”

Lay            : “Aku bisa ikut banyak pelatihan!”

Hoo. Bagus. Setidaknya jawabannya berbeda dengan kedua manusia sebelumnya tadi.

Lay            : “Ada pelatihan etika, kelas broadcast, kelas modeling, kelas menari yang sub-classnya banyak sekali, kelas menyanyi juga. Ada kelas bermain musik dan semuanya seru!”

Luhan        : “Kelas mana yang menurutmu paling seru dan tidak seru, eh?”

Lay            : “Hmm, kelas terseru menurutku kelas modeling! Aku diatur cara berpose di depan kamera dan itu sungguh memalukan! Membuat yang lain tertawa, tapi aku senang. Kelas tidak seru? Kelas etika! Pelatihnya bawel.”

Cerocosnya seolah sudah hapal betul watak-watak setiap pelatih SM. Aku mengangguk setuju di akhir kalimatnya. Kelas etika sungguh kelas neraka.

Luhan        : “Selanjutnya, apa kau puas dengan posisi dan image-mu saat ini?”

Lay            : “Puas!”

Anak ini energik sekali ya.

Luhan: “Wae? Bisa jelaskan padaku?”

Lay            : “Aku selalu ingin menari, tapi cita-citaku menjadi penyayi. Dan sekarang impianku terwujud sebagai main dancer tapi tetap mendapat porsi menyanyi cukup banyak. Aku rasa itu cukup adil. Dan masalah image…”

Luhan        : “Kau konyol saat predebut.”

Potongku cepat.

Lay            : “Aniyo!”

Luhan        : “Tapi di depan kamera kau terlihat jaga image!”

Lay            : “Aniyoo! E-eh, maksudku, ne. Aku masih takut membocorkan aibku, Ge.”

Ujarnya malu-malu. Hah! Aib? Aib apa?

Luhan        : “Mwoya? Maksudmu video ketika kau menari Wonder Girls-Nobody, huh?”

Seketika dia langsung melotot lebar seolah berkata a-apa-yang-barusan-kau-katakan?

Lay            : “ANDWAEEEE!!!”

Daan aku tertawa sejadi-jadinya melihat Lay merajuk seperti anak kecil begitu kubocorkan rahasianya saat predebut! Lay yang menari dance Nobody! Aku tidak tahu sebelumnya kalau Lay adalah anak sekoplak itu.

Luhan        : “Hauahauahauahuahaa!!”

Lay            : “Berhenti! Gege kau jahat! Setelah ini aku akan berhenti membuatkan makanan untukmu, Gegeee!!”

Luhan        : “Ya! Kau berani mengancamku? Aku akan meminta Xiumin-hyung kalau begitu. Week!”

Aku menjulurkan lidahku sementara dia beringsut kikuk. Seolah tahu ancamannya tak mempan padaku. Memangnya hanya dia yang bisa memasak di EXO-M?

Luhan        : “Terakhir! Coba urutkan siapa yang paling pandai menari dari keempat dancer EXO! Jawab dengan cepat, 3, 2, 1!”

Lay            : “Aku, Kai, Sehun, Xiumin!”

Ia berseru bahkan tanpa perlu berpikir. Otaknya hari ini sedang lancar, ya. Syukurlah.

Luhan        : “Wah. Jawabanmu sama seperti Xiumin-hyung.”

Lay            : “Jinjja? Dua suara untukku!”

Luhan        : “Kenapa dua suara?”

Lay            : “Hanya Sehun yang belum jadi tamu! Xiumin-gege memilihku. Sementara Kai pasti memilih dirinya sendiri! Dia kan narsis.”

Hoo, ya, ya, ya. Mungkin maksudnya dia mendapat voting dari Xiumin untuk kategori dance terbaik.

Luhan        : “Naah, Yixing, pertanyaan sudah habis dan kau boleh keluar sekarang!”

Lay            : “YAAAAY!! AKU BEBAS!!”

Lay menjerit histeris dan buru-buru membuka gagang pintu kamar mandi. Aku berseru cepat,

Luhan        : “Tunggu!”

Lay            : “Wae?”

Lay menghentikan gerakannya dan menatap kamera sekali lagi. Aku tersenyum licik,

Luhan        : “Tolong masukkan dua bom kentut ke dalam!”

Lay langsung kalap dan melotot ke arah kamera.

Lay            : “ANDWAEEEE!!!”

GUEST #4 – Oh Sehun (SEHUN)

Asiiik! Tamu terakhir interview ini Sehun! Sehun! Waah, aku tidak sabar menginterviewnya.

Kulihat dari kamera tersembunyi, ia masuk sambil membawa sebuah botol minuman dan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah entah karena apa. Yasudah, kita langsungkan saja interviewnya!

Luhan        : “Sehuniiie! Annyeooong~”

Sehun mendelik sekilas ke kanan, ke kiri dan ke bawah, mencari kamera. Tapi dengan tatapan innocent begitu jelas saja menambah kesan cute nya. Sehun lantas menatap ke atas pojok kiri tempat kamera berada dan menatapku. Seketika wajahnya langsung berubah antusias.

Sehun        : “Hyuuuung!! Annyeoong~ Kyaa! Kyaa!”

Ia beraegyo sambil melambai di depan kamera, membuatku ingin mencubit pipinya gemas!

Sehun        : “Hyung! Kau jadi interviewer-ku? Sungguh? Jebal! Jangan beri aku bom kentut, arratchi?”

Aku mengangguk cepat.

Luhan        : “Tenang saja! Untukmu, bebas bom kentut!”

Sehun langsung berlonjak-lonjak kegirangan.

Sehun        : “Gomawoo! Gomawoo! Habis ini kubelikan bubble tea rasa mint untukmu!”

Luhan        : “Benarkah? Asyiiiiik!!”

Aku ikut berlonjak-lonjak di bangku tempatku duduk mengikuti Sehun tapi seseorang menoel lenganku dari samping. Aku menoleh. Dan ternyata dia adalah sutradara (baca: author) yang mengingatkanku akan durasi interview ini. Hehehe.

Luhan        : “Baiklah, silakan duduk Sehunie. Kita mulai dari perkenalan. Silakan sebut nama, posisi dan julukanmu!”

Sehun melambai-lambaikan tangannya malu di depan kamera dan tersenyum.

Sehun        : “Annyeong~ EXO-K maknae Oh Sehun imnida. Posisiku lead dancer, dan julukanku Thehun ._.”

Luhan        : “Kenapa kau dijuluki Thehun?”

Sehun        : “Karena aku tidak bisa melafalkan huruf ‘S’ dengan benar, Hyung. Aku cadel ._.”

Oh iya, aku lupa kalau Sehun cadel. Hehe.

Luhan        : “Arra! Dan umm, berapa tahun kau di trainee di SM?”

Sehun        : “Tahun 2008, kurasa. Aku buta tanggal, Hyung.”

Luhan        : “Baiklah, apa ada kesulitan selama trainee empat tahun itu?”

Sehun        : “Tidak. Tidak ada. Ada Jongin yang satu sekolah denganku dan Taemin-hyung juga mengenalku. Jadi saat itu aku mempunyai teman.”

Luhan        : “Selain itu? Pelatihannya mungkin?”

Sehun        : “Gurunya ribet. Mereka mengatakan danceku sudah baik tapi aku harus terus mengasah ekspresiku saat menari!”

Luhan        : “Haha. Itu karena wajah absurd yang kau keluarkan saat menari, Sehuna. Maunya keren tapi jatuhnya justru aneh.”

Ups. Aku keceplosan. Kenapa aku bicara keras-keras sih! Lihat, Sehun tengah mengerucutkan bibirnya sebal.

Sehun        : “Yah!!! Hyung pengkhianat!”

Luhan        : “Aniyo!”

Sehun        : “Ne!!”

Luhan        : “Iish! Mau kuberi bom kentut!?”

Sehun        : “Andwaeee! Hyung jahaaat!!”

Luhan        : “Makanya diam duluu~!”

Adu mulutku dengan Sehun berakhir ketika Sehun memincingkan mata sengit ke arahku dan akhirnya menunduk patuh. Haha, ancamanku akan bom kentut selalu berhasiil~ mianhae, Sehuna. Yang penting sekarang kau diam duluu.

Sehun        : “Hyung,”

Luhan        : “Hmm?”

Sehun mengangkat wajahnya menatap kamera dan menjulurkan lidahnya panjang-panjang.

Sehun        : “Hyung jelek.”

JGER.

Ah. ChenChen sedang tidak ada di sini. Kalau ada akan kusuruh dia untuk menyetrum Sehun. Sehun baboooo~

Aku berusaha untuk tidak berteriak lagi ke arah Sehun. Anak ini memang selalu mencari masalah. Heeh!

Luhan        : “Tidak apa. Aku tahu kau lebih jelek.”

Sehun terkikik.

Sehun        : “Terima kasih, Hyung-ku yang jelek.”

Aiiish! Jinjja!

Luhan        : “Ya!! Sudah dengan jelek-jelekannya! Sesama jelek tidak boleh menghina!”

Sehun tertawa sambil mengangkat jempolnya.

Sehun        : “Arratchi!”

Huh. Selesai dengan balada jelek-jeleknya.

Luhan        : “Selanjutnya! Apa saja hal yang menarik selama pelatihan? Khususnya kelas menari?”

Sehun        : “Makanannya gratis. Pelatihnya galak. Sunbaenya baik. Jam latihannya panjang. PRku terbengkalai. Badanku—”

Luhan        : “Yah! Kenapa jawabanmu sama dengan Kai semua?!”

Sehun        : “Memang begitu kenyataannya, Hyung ._.”

Luhan        : “Aku tidak seperti itu!”

Sehun        : “Kau kan bukan siswa SMA sepertiku dan Jongin waktu itu!”

Sudahlah. Jawabannya memang sama saja. Mereka kan satu sekolah.

Luhan        : “Ya sudah, selanjutnya! Apa keuntunganmu menjadi trainee di SM?”

Sehun        : “Sudah pasti jadi terkenal :D”

Aku memincingkan mata.

Luhan        : “Jawaban macam apa itu?”

Sehun        : “Jawaban macam Sehun, Hyung. Menjadi trainee di SM artinya harus siap-siap menjadi terkenal. Lihat BoA-sunbaenim, Kangta-sunbaenim, Super Junior-sunbaenim, dan semuanya terkenal. Kalau boleh jujur, saat pertama melihat penampilan EXO-K di televisi aku tercengang lho, Hyung. Aku tidak percaya kalau yang di televisi itu aku! Aku, Hyung! AKU!”

Luhan        : “Yaa! Jangan dekat-dekat dengan kamera! Dasar norak!”

Sehun memundurkan wajahnya beberapa senti dari kamera sambil tersenyum jahil. Dasar dongsaeng norak. Baru melihat penampilan di televisi sekali sudah heboh. Lihat aku, menjadi model MV sewaktu predebut di China tidak senorak ini, deh. Wajar sih. Habis model MV dari boyband yang sekarang sudah bubar ._.

Luhan        : “Berikutnya. Apa kau puas dengan posisi dan image-mu saat ini?”

Sehun bergumam sambil memainkan botol minuman yang dipegangnya sebentar.

Sehun        : “Puas. Saat menari aku terlihat bagus di kamera karena badanku proposal—”

Luhan        : “Proporsionaal!!”

Sehun        : “Iya, itu maksudku, Hyung.”

Aku menghela napas sambil memijit keningku frustasi.

Sehun        : “Lalu karena suaraku tidak terlalu bagus, pihak YYJ mengurangi porsi menyanyiku, kupikir tidak masalah. Yang penting aku tampil banyak di kamera saat menari. Hehe. Hmm, untuk image, aku juga puas. Karena aku maknae jadi banyak yang menyebutku innocent dan polos, makanya banyak fans yang menjagaku. Hanya saja, sebagian fans menyebutku derp bersama D.O Umma dan Chanyeol-hyung. Aku juga tidak tahu apa arti derp itu, jadi kudiamkan saja.”

Ya ampun, Sehun yang manis. Derp itu artinya aksi dan mimik wajah konyol. Nah kau itu masuk ke dalam derp-squad bersama Chanyeol dan D.O karena wajahmu yang absurd dan suka mehrong. Terserah deh.

Luhan        : “Lalu, pertanyaan terakhir! Coba urutkan siapa yang paling pandai menari dari keempat dancer EXO!”

Sehun        : “Aku, Lay-hyung, Jongin, Minseok-hyung!”

Haish. Sudah kuduga dia juga narsis seperti Kai.

Luhan        : “Kenapa begitu?”

Sehun        : “Karena aku paling jago menari? Hehe. Lay-hyung sudah pasti jago walaupun dia tidak pandai improv. Kalau Jongin jangan diragukan lagi! Hmm, kalau Minseok-hyung, aku tidak tahu kenapa tapi lucu juga melihatnya menari seperti anak kecil hiperaktif!”

Luhan        : “Kau pikir kau tidak hiperaktif?”

Sehun        : “Ani. :|”

Terserah deh.

Luhan        : “Naah, Thehuna, pertanyaannya sudah habis, silakan keluaar~”

Sehun        : “Hyung mengusirkuu?!”

Luhan        : “Memangnya kau mau menginap di kamar mandi sampai malam?”

Ujarku sewot. Dia terkekeh hingga matanya membentuk garis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sehun kemudian bangkit sambil melambai-lambaikan tangannya antusias di kamera.

Sehun        : “Annyeong, Hyung! Annyeong, yeoreubun! Bbuing-bbuiing~”

Luhan        : “Ne, ne. Annyeong, Sehunnie~”

Namun belum sampai ia memegang gagang pintu ia beralih lagi menatap kamera.

Sehun        : “Oh, ya, Hyung. Nanti aku dan Suho-hyung mau jalan-jalan. Hyung mau menitip bubble tea?”

Kyaa! Bubble teaa!!

Luhan        : “Neee~ Sehunnie! Rasa mint! Rasa mint!”

Aku terlonjak-lonjak antusias begitu mendengar kata ‘bubble tea’. Sehun mengacungkan jempolnya dan tersenyum.

Sehun        : “Arraseo~ aku pergi dulu~ annyeong Hyuung~”

Luhan        : “Annyeong, Sehunniee~ Kyaaaa~!”

Oke. Cut this off. Aku terlihat gila.

“Annyeong, yeoreubun~ Nah! Sudah lihat interview ku dengan keempat dancer EXO? Sudah tahu, kan, bagaimana masa-masa trainee mereka secara garis besar? Nah, terima kasih telah menonton (re: membaca) EXO Sesame Player episode kali ini. Sampai jumpa di episode berikutnyaa~”

Stay tunes on next EXO Sesame Player Games!

Advertisements

One thought on “[2nd – Interview] Dancing Machines Interview!

  1. Hahaha.. Daebak! Luhannya cute banget jadi interviewer .. aah Jadi gemes sama baozi ^o^!
    Seru Ada HUNHAN ^^ thehunnie lucu bbuing bbunig~

    Great author!!~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s